Sabtu, 31 Oktober 2015

Marry Your Daughter - Brian McKnight

Created By : Suci Sultan diwattpad as fictionalcrush
Tema : Songfic
Alur : Sedikit gaje
P.S : Jangan terlalu baper ini cuma dunia hayalan yang saya tuangkan dalam sebuah rangkaian kata demi menghibur kesepian hati.

--------

November, 2022.
Makassar, Indonesia.

Kutatap ganggang pintu bercat putih dihadapanku sambil beberapa kali mengusap kotak merah beludru yang kugenggam erat ditangan kananku. Resah, Gundah, Bahagia serta segala rasa bercampur aduk dalam benakku. Mataku menatap langit memohon kecerahannya. Menatap burung-burung warna warni beterbangan meminta kicauan manisnya. Meminta angin berderu membisikkan alunan indahnya. Pada hari spesial ku ini. Ya, Ini adalah hari spesialku untuk Gadisku.

Kata orang lain dia tidak terlalu cantik, namun begitu mempesona dimataku. Kata temanku dia gadis yang aneh namun terlihat begitu indah olehku. Kata sahabatku ia adalah gadis yang konyol, bertingkah tidak jelas dan sangat kekanak-kanakan, namun tanpa kusangka hal itulah yang membuat Dia terlihat begitu sempurna  dihatiku. Lalu Aku? Seorang pria yang dapat dikatakan sempurna, yang tak hentinya bertanya bagaimana bisa, seorang gadis tidak cantik, aneh serta bertingkah konyol itu dapat menghanyutkanku dengan pesona ketidak sempurnaannya itu.

Dengan pelan kuketokkan pintu itu beberapa kali, ketokan pintu yang sangat pelan itu berbanding terbalik dengan jantungku yang tak hentinya mengetok mengikuti irama desiran darahku yang memompa begitu cepat. Beberapa detik berlalu, hingga seorang wanita paruh baya tiba dihadapanku bersama senyuman manis menghiasi wajahnya. Setelah menjelaskan tujuanku, Ia segera membawaku pada ruang keluarga yang terletak tepat beberapa meter dari pintu depan. Mataku seketika menangkap sebuah pasang mata coklat yang membuat duniaku berhenti sejenak. Ya tuhaan!! Mengapa gadis ini begitu memikatku?! Bahkan hanya karna sepasang mata itu dapat membuatku mengacuhkan seorang pria paruh baya yang menatapku tegas dibalik mata hitam mencekamnya.

"Papa, aku mau ke toilet babay!"
Ucap gadisku lalu meninggalkan kami berdua dengan suasana begitu dingin. Bodoh, ucapku dalam hati sambil menatap kepergiannya dengan senyum.
"Saya tau tujuan kamu kesini, silahkan duduk."
Ucapnya begitu tegas. Tak terbantahkan.
"Kamu punya apa, sampai berani melamar anak bungsu saya?"
Deg! Aku sudah tahu pertanyaan inilah yang akan ia katakan padaku. Namun bukan Aku kalau tidak mempersiapkannya dengan sesempurna mungkin. Ini hari spesialku, untuk gadis terspesial ku juga. Gadis yang tak sengaja membuatku jatuh cinta padanya, tepat saat pertemuan pertama kita. Saat yang membuatku berjanji akan menatapnya berjalan dengan gaun pengantinnya yang senada denganku. Saat pertama kali aku berkata "Aku tahu, dan akan memilikinya suatu saat nanti."

"Hm? Kamu punya apa?"
Ucapan itu seketika membuyarkan impianku. Membuatku sadar agar menjadikannya menjadi nyata.
"Om, sebenarnya saya tidak punya apa-apa. Saya memang ceo disalah satu perusahaan besar, saya punya banyak mobil mahal, saya juga punya banyak rumah mewah dimana-mana, saya juga dikelilingi dengan ribuan gadis yang rela bergelayut manja dilengan saya..."
Mata calon mertuaku menyempit mendengar penuturanku. Tentu saja ia tahu semua itu, karna dia juga salah satu rekan bisnis perusahaanku.
"Tapi semua tidak ada artinya tanpa putri anda. Maka izinkan lah saya agar  menjadikan dia jadi ratu di kehidupan saya. Izinkan dia bisa memenuhi semua ketidaksempurnaan segalanya tanpa kehadirannya yang membuat semuanya jadi sempurna. Izinkan dia menjadi cahaya dalam kehidupan saya saat saya tersesat di kegelapan. Izinkan dia menjadi penuntun jalan saya, saat saya salah jalan. Saya tidak berjanji untuk memberikan dia apa yang dia inginkan, namun saya rela mengorbankan apapun demi apapun yang dia butuhkan."

---


Semuanya berjalan begitu cepat, tak terasa gadis yang sejak 7 tahun yang lalu memporakporandakkan hidupku, kini telah berdiri dihadapanku dengan terbalut gaun putih melekat ditubuhnya. Janji serta khayalan yang ku khayalkan 7 tahun yang lalu, menjadi kenyataan 7 tahun setelahnya. Gadisku, yang tanpa sengaja membuatku jatuh padanya bahkan dalam hitungan tak mencapai 4 detik, yang tanpa kuizinkan masuk kedalam lubuk hatiku yang terdalam, yang tanpa memohon sudah membuat singgasana dalam pikiranku. Tak dapat kutahan lagi, setetes air mata meluncur bebas dari mataku bersama dengan ratusan rasa yang telah terbayarkan.



P.S : INI CERITA BUAT LOMBA IW DI WATTPAD. 

3 komentar: